Susunan Kalimat Penghormatan saat berpidato

Assalamu'alaikum, Salam sejahtera untuk kita sekalian,

Dalam berpidato hal yang paling penting adalah etika, karena disaat menyampaikan sesuatu dalam sebuah forum tak lain adalah bagaimana caranya agar terlihat bukan hanya sekedar ceremonial akan tetapi sangat terkesan percaya diri, hingga object yang kita sampaikan tepat dan mengena, beberapa hal yang mesti kita camkan dalam berpidato dalam pertama kali mengungkapkan sesuatu atau pembukaan dalam berpidato yakni setelah salam kemudian mengucapkan kalimat penghormatan, contohnya, yang saya hormati bla.. bla...bla.. atau yang kami mulyakan..... itu merupakan kerangka formal yang harus disampaikan dalam susunan pidato tersebut.

Adapun beberapa susunan yang mesti anda terapkan saat anda diminta mengisi sambutan diforum resmi atau panggung, adalah sebagai berikut :

Memahami posisi anda saat menyambut sebagai apakah anda?
Ketika anda diminta untuk memberikan sambutan pidato setidaknya anda paham posisi anda, apakah anada seorang yang diharapkan sebagai orang utama, atau objek penguat, contohnya anda adalah ketua panitia acara, dalam hal ini anda menyampaukan seputar aktivitas kepengurusan dan lain sebagainya, dan jika anda adalah tamu undangan anda harus memvariabelkan dengan tema acara, dan banyak juga hal-hal lain.

Penghormatan kepada tokoh atau publik figur yang lebih diutamakan disebutkan.
Nah dalam poin ini banyak orang yang keliru, dalam menyebutkan sapaan penghormatan, contohnya, antara tokoh yang  diutamakan dengan struktur pemerintahan, saya merekomendasikan untuk lebih mengutamakan tokoh tertua atau yang dituakan dari pada pemerintahan, contohnya ketika anda mengisi sambutan dalam lingkup daerah pemerintah desa yang dihadiri oleh kepala desa, yang lebih utama adalah menyebutkan tokoh masyarkat kemudian baru kepala desa, tentunya melihat kapasitas tokoh tersebut, contohnya dalam pengajian maulud maka yang disebut pertama adalah ulama, kiai di daerah tersebut, atau mubaligh yang akan mengisi sambutan, begitu juga pada tingkat kecamatan bahkan pada tingkat kabupaten,

Susunan kalimat yang dimuliakan diletakkan pada tokoh, 
Figur masyarakat dan penghormatan lebih tepatnya kepada unsur pemerintahan, walaupun kalimat yang dimuliakan juga bisa juga disematkan untuk pemerintahan seperti bupati, camat san seterusnya.

Berikut artikel tentang Susunan Kalimat Penghormatan saat berpidato, mungkin beberapa hal kembali pada kebiasaan akan tetapi inti dari sebuah penghormatan adalah sebuah kerangkan penting yang sudah menjadi kormat resmi berpidato, untuk itu setidaknya anda memahami lebih awal saat berpidato kiranya kita berhadapan dengan siapa dan siapakah antara mereka yang berbobot dalam konteks situasi tema acara, ini memang rumit semua dikembalikan pada diri anda. 

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,